Jumat, 11 Juni 2010

PERAN TEKNOLOGI INFORMASI DALAM ERA GLOBALISASI

PERAN TEKNOLOGI INFORMASI DALAM ERA GLOBALISASI

Pendahuluan

Di era globalisasi, teknologi informasi berperan sangat penting. Dengan menguasai teknologi dan informasi, kita memiliki modal yang cukup untuk menjadi pemenang dalam persaingan global.

Kehidupan kita sekarang perlahan mulai berubah dari dulunya era industri berubah menjadi era informasi di balik pengaruh majunya era globalisasi dan informatika menjadikan komputer, internet dan pesatnya perkembangan teknologi informasi sebagai bagian utama. Aktifitas network globalisasi ekonomi yang disebabkan oleh kemajuan dari teknologi informasi bukan hanya mengubah pola produktivitas ekonomi tetapi juga meningkatkan tingkat produktivitas. Dan pada saat bersamaan juga menyebabkan perubahan struktural dalam kehidupan politik, kebudayaan, kehidupan sosial masyarakat dan juga konsep waktu dalam dalam berbagai lapisan masyarakat.

Perbedaan utama antara negara maju dan negara berkembang adalah kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kemajuan yang pesat di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi di negara-negara maju karena didukung oleh sistem informasi yang mapan. Sebaliknya, sistem informasi yang lemah di negara-negara berkembang mengakibatkan keterbelakangan dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Jadi jelas bahwa maju atau tidaknya suatu negara sangat ditentukan oleh penguasaan terhadap informasi, karena informasi merupakan modal utama dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang menjadi senjata pokok untuk membangun negara. Sehingga apabila satu negara ingin maju dan tetap eksis dalam persaingan global, maka negara tersebut harus menguasai informasi. Di era globalisasi dan informasi ini penguasaan terhadap informasi tidak cukup harnya sekedar menguasai, diperlukan kecepatan dan ketepatan. Sebab hampir tidak ada guna menguasai informasi yang telah usang, padahal perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat cepat mengakibatkan usia informasi menjadi sangat pendek.

Perkembangan teknologi informasi dan jaringan telekomunikasi yang sangat cepat dengan kapasitas besar memungkinkan manusia berkomunikasi dari mana saja di berbagai belahan dunia. Awalnya hanya bisa berkomunikasi dengan suara saja (telepon), sekarang telah mencakup multimedia: data, suara, gambar (citra), dan video secara cepat dan seketika (on-line). Internet, wireless (nirkabel) serta mobile device seperti handphone dan Personnel Digital Assitance (PDA) memungkinkan manusia dapat berkomunikasi kapan saja, dimana saja, seketika dan dengan cara yang mudah dan murah.

Satu bentuk produk teknologi informasi adalah internet yang berkembang pesat di penghujung abad 20 dan di ambang abad 21. Kehadirannya telah memberikan dampak yang cukup besar terhadap kehidupan umat manusia dalam berbagai aspek dan dimensi. Internet merupakan salah satu instrumen dalam era globalisasi yang telah menjadikan dunia ini menjadi transparan dan terhubungkan dengan sangat mudah dan cepat tanpa mengenal batas-batas kewilayahan atau kebangsaan. Melalui internet setiap orang dapat mengakses ke dunia global untuk memperoleh informasi dalam berbagai bidang dan pada glirannya akan memberikan pengaruh dalam keseluruhan perilakunya. Dalam kurun waktu yang amat cepat beberapa dasawarsa terakhir telah terjadi revolusi internet di berbagai negara serta penggunaannya dalam berbagai bidang kehidupan. Keberadaan internet pada masa kini sudah merupakan satu kebutuhan pokok manusia modern dalam menghadapi berbagai tantangan perkembangan global. Kondisi ini sudah tentu akan memberikan dampak terhadap corak dan pola-pola kehidupan umat manusia secara keseluruhan. Dalam kaitan ini, setiap orang atau bangsa yang ingin lestari dalam menghadapi tantangan global, perlu meningkatkan kualitas dirinya untuk beradaptasi dengan tuntutan yang berkembang.

Perkembangan teknologi informasi yang berwujud internet, telah mengubah pola interaksi masyarkat, seperti interaksi bisnis, sosial, dan budaya. Teknologi ini (internet) memberikan informasi yang dapat diakses oleh semua orang dalam bentuk jaringa komputer. Internet telah memberikan pengaruh yang besar bagi masyarakat, perusahaan atau industri maupun pemerintah di setiap negara termasuk Indonesia.
Majalah Asiaweek terbitan 20-27 Agustus 1999 telah menurunkan tulisan-tulisan dalam tema "Asia in the New Millenium" yang memberikan gambaran berbagai kecenderungan perkembangan yang akan terjadi di Asia dalam berbagai aspek seperti ekonomi, politik, agama, sosial, budaya, kesehatan, pendidikan, dsb. termasuk di dalamnya pengaruh revolusi internet dalam berbagai dimensi kehidupan.

Teknologi informasi hampir dibutuhkan dalam setiap bidang kehidupan sehari-hari. Contohnya adalah dalam bisnis. Semua jenis bisnis baik kecil maupun besar, menggunakan sistem informasi, jaringan, dan teknologi internet untuk melakukan sebagian besar bisnis secara elektronik, menuju tingkat keberhasilan efisiensi, daya saing dan profitabilitas.



















Pembahasan
Pengertian Teknologi Informasi
Menurut Wikipedia, teknologi informasi dilihat dari kata penyusunnya adalah teknologi dan informasi. Secara mudahnya teknologi informasi adalah hasil rekayasa manusia terhadap proses penyampaian informasi dari bagian pengirim ke penerima sehingga pengiriman informasi tersebut akan lebih cepat, lebih luas penyebarannya, dan lebih lama penyimpanannya
Pada awal sejarah, manusia bertukar informasi melalui bahasa. Maka bahasa adalah teknologi, bahasa memungkinkan seseorang memahami informasi yang disampaikan oleh orang lain. Tetapi bahasa yang disampaikan dari mulut ke mulut hanya bertahan sebentar saja, yaitu hanya pada saat si pengirim menyampaikan informasi melalui ucapannya itu saja. Setelah ucapan itu selesai, maka informasi yang berada di tangan si penerima itu akan dilupakan dan tidak bisa disimpan lama. Selain itu jangkauan suara juga terbatas. Untuk jarak tertentu, meskipun masih terdengar, informasi yang disampaikan lewat bahasa suara akan terdegradasi bahkan hilang sama sekali.
Setelah itu teknologi penyampaian informasi berkembang melalui gambar. Dengan gambar jangkauan informasi bisa lebih jauh. Gambar ini bisa dibawa-bawa dan disampaikan kepada orang lain. Selain itu informasi yang ada akan bertahan lebih lama. Beberapa gambar peninggalan zaman purba masih ada sampai sekarang sehingga manusia sekarang dapat (mencoba) memahami informasi yang ingin disampaikan pembuatnya.
Sedangkan menurut Santika WP dari Departemen Teknik Informatika Institut Teknologi Bandung, teknologi informasi adalah istilah untuk mendeskripsikan teknologi - teknologi yang memungkinkan manusia untuk:
mencatat (record) informasi
menyimpan (store) informasi
mengolah (process) informasi
mengambil kembali (retrieve) informasi
mengirim (transmit) informasi
menerima (receive) informasi
Jika dijabarkan perkata teknologi informasi memiliki pengertian sebagai berikut:
info adalah data yang terstruktur hasil olahan
teknologi adalah ilmu yang berkaitan dengan seni atau sains dengan pengaplikasian pengetahuan saintifik ke praktis atau merupakan aplikasi praktis dari sains dalam industri atau bisnis

Komponen Teknologi Informasi
Komponen teknologi informasi merupakan satu dari sekian banyak alat bantu dalam perkembangan ini. Komponen-komponen teknologi informasi adalah sebagai berikut:
Hardware (perangkat keras komputer), adalah perlengkapan fisik yang digunakan untuk aktivitas input, pemrosesan, dan output dalam sebuah sistem informasi.
Terdiri dari komputer yang memproses unit, beragam output, dan perangkat penyimpanan, dan media fisik untuk menghubungkan semua alat ini. Contohnya adalah CPU, memori, alat-alat input/output.
Software (perangkat lunak komputer), adalah sekumpulan rincian intruksi pra-program yang mengendalikan dan mengkoordinasikan perangkat keras komponen komputer di dalam sebuah sistem informasi. Misalnya program, aplikasi software, atau aplikasi pengguna.
Firmware, adalah intruksi-intruksi atau standar-standar yang disimpan secara permanen dalam memori komputer.
Brainware, adalah pengguna (manusia) atau otak dibalik semua bentuk komputerisasi. Misalnya adalah pengguna akhir, programmer, analis atau manajer-manajer.
Infoware, adalah rincian info atau berita atau panduan untuk pemakai. Misalnya adalah program manual untuk pengguna, SOP, atau cyber law.




Dampak Globalisasi terhadap teknologi informasi
Menurut Prof. Dr. Samaun Samadikun dalam seminarnya yang bertajuk Dampak Globalisasi Terhadap Teknologi Informasi di Indonesia adalah sebagai berikut:
Teknologi adalah untuk dimanfaatkan bagi peningkatan kesejahteraan manusia. Teknologi dapat meningkatkan kesejahteraan manusia dengan memanfaatkannya untuk usaha nilai tambah yang akan memberikan peningkatan penghasilannya. Makin canggih teknologi biasanya akan memberikan kemungkinan untuk memberikan peningkatan nilai tambah yang lebih tinggi.
Untuk dapat memanfaatkan teknologi tersebut secara optimal diperlukan kemampuan untuk mempadukan unsur-unsur teknologi yang terpendam dalam peralatan, informasi, manusiadan organisasi.
Perkembangan teknologi informasi di Indonesia harus diukur dengan besarnya sumbangan yang diberikannya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Ukuran itu dapat berupa jumlah tenaga kerja yang diserap dalam menghasilkan barang dan jasa dalam sektor informatika, besarnya peningkatan produktivitas yang disebabkan oleh pemanfaatan teknologi informasi, atau kontribusinya dalam penerimaan devisa. Pengukuran tolok ukur tersebut tidak mudah, tetapi sebagai suatu industri yang penting harus dapat dimonitor dan diikuti perkembangannya.
Dari segi devisa, sektor industri elektronika, termasuk komputer, saat ini masih belum swasembada dalam pemakaian devisa, dan masih memanfaatkan devisa yang dihasilkan oleh sektor lain.
Strategi penguasaan teknologi sebaiknya memanfaatkan teknologi internasional yang ada melalui dua jalur. Jalur pertama ialah dengan bekerja sama dengan perusahaan multi nasional untuk menangani pasar internasional bersama. Tujuan utama kegiatan ini ialah untuk menciptakan lapangan kerja di Indonesia dimana budaya industri internasional yang berlaku dapat diserap oleh tenaga kerja Indonesia. Meskipun yang diperoleh dari kegiatan ini hanyalah teknologi perakitan dan teknologi fabrikasi, tetapi kedua teknologi ini adalah dasar dari suatu usaha industrialisasi.
Kemitraan yang saling menguntungkan dengan perusahaan multi nasional ini perlu dipelihara dengan baik dan memerlukan usaha yang serius dan kontinu dari pemerintah bersama-sama dengan mitra usaha lokalnya. Tujuan kedua dari usaha ini ialah untuk perolehan devisa sebagai hasil dari ekspor produknya. Teknologi manufaktur yang sudah diterapkan di Indonesia ini harus ditularkan ke industri swasta nasional dan BUMN dengan dorongan dari pemerintah, meskipun akan terjadi difusi teknologi secara alamiah melalui mobilitas tenaga kerja maupun informasi. Pemerintah harus mendorong dan membantu perusahaan agar kesejahteraan dan produktivitas pekerja Indonesia terus naik. Hal ini dilakukan untuk perangkat keras maupun lunak.
Jalur kedua ialah pembangunan industri untuk memperoleh teknologi informatika yang ditentukan secara spesifik. Pasar dalam negeri yang sudah jelas akan ada, dapat dipakai sebagai konsiderasi penentuan produk dasar yang akan dihasilkan. Usaha ini yang telah dilakukan melalui industri strategis diperluas ke teknologi Informatika yang belum ditangani selama ini. Peran swasta nasional perlu lebih besar dalam usaha ini. Karena teknologi adalah alat untuk memperoleh nilai tambah, maka kriteria keberhasilannya ditentukan oleh besarnya nilai tambah yang diperoleh dari usaha tersebut dan kedalaman kegiatannya.
Ukuran keberhasilan program teknologi pada umumnya harus dapat dimengerti oleh masyarakat seperti ukuran keberhasilan yang telah memasyarakat dalam bidang ekonomi, keuangan, pertanian dan keluarga berencana. Kesadaran masyarakat terhadap peluang pemanfaatan teknologi kepada pendapatan perorangan perlu ditingkatkan, karena akhirnya pemanfaatan teknologi haruslah dilakukan oleh masyarakat umum.
Kegiatan produksi hanyalah merupakan satu mata rantai dari kegiatan industrialisasi suatu bangsa. Untuk dapat memperoleh keuntungan yang maksimal dari kegiatan industrialisasi haruslah juga dimanfaatkan peluang nilai tambah yang dapat diperoleh dari kegiatan perdagangan dan pendanaan. Malah dalam banyak hal, keuntungan yang diperoleh dari kegiatan perdagangan dan pendanaan lebih besar dari yang dihasilkan oleh kegiatan produksi. Kejelian suatu bangsa untuk meramu ketiga kegiatan tersebut sehingga memberikan sumbangan yang maksimal terhadap pembangunan bangsa, merupakan tolak ukur keberhasilan program industrialisasinya.

Peran Teknologi Informasi di era globalisasi
Penerapan Teknologi Informasi dalam Perusahaan
Teknologi Informasi banyak digunakan pebisnis. Kebutuhan efisiensi waktu dan biaya menyebabkan setiap pebisnis merasa perlu menerapkan teknologi informasi dalam lingkungan kerja. Penerapan teknologi informasi menyebabkan perubahan pada kebiasaan kerja. Misalnya penerapan Enterprise Resource Planning (ERP). ERP adalah salah satu aplikasi software yang mencakup keseluruhan sistem manajemen dalam perusahaan.
Penerapan Teknologi Informasi dalam Bisnis
Dalam dunia bisnis teknologi informasi dimanfaatkan untuk perdagangan secara elektronik atau disebut e-Commerce. E-Commerce adalah perdagangan atau transaksi menggunakan jaringan komunikasi internet.
Pengembangan teknologi di Indonesia akan sangat membantu pengembangan industri di sektor keuangan ini, seperti perluasan cakupan usaha dengan membuka cabang-cabang di daerah, serta pertukaran informasi antara sesama perusahaan asuransi, broker, industri perbankan, serta lembaga pembiayaan lainnya.
Penerapan Teknologi Informasi dalam Perbankan
Saat ini telah banyak para pelaku ekonomi, khususnya di kota-kota besar yang tidak lagi menggunakan uang tunai dalam transaksi pembayarannya, tetapi telah memanfaatkan layanan perbankan modern.
Layanan perbankan modern yang hanya ada di kota-kota besar ini dapat dimaklumi karena pertumbuhan ekonomi saat ini yang masih terpusat di kota-kota besar saja, yang menyebabkan perputaran uang juga terpusat di kota-kota besar. Sehingga sektor perbankan pun agak lamban dalam ekspansinya ke daerah-daerah.
Untuk menunjang keberhasilan operasional sebuah lembaga keuangan atau perbankan seperti bank, sudah pasti diperlukan sistem informasi yang handal yang dapat diakses dengan mudah oleh nasabahnya, yang pada akhirnya akan bergantung pada teknologi informasi online, sebagai contoh, seorang nasabah dapat menarik uang dimanapun dia berada selama masih ada layanan ATM atau internet banking dari bank tersebut, atau seorang nasabah dapat mengecek saldo dan mentransfer uang tersebut ke rekening yang lain hanya dalam hitungan menit saja, semua transaksi dapat dilakukan.
Institusi perbankan dan keuangan telah dipengaruhi dengan kuat oleh pengembangan produk dalam teknologi informasi, bahkan mereka tidak dapat beroperasi lagi tanpa adanya teknologi informasi tersebut. Sektor ini memerlukan pengembangan produk dalam teknologi informasi untuk memberikan jasa-jasa mereka kepada pelanggan mereka.
Penerapan Teknologi Informasi dalam Pendidikan
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah memberikan pengaruh terhadap dunia pendidikan khususnya dalam proses pembelajaran. Menurut Rosenberg (2001), dengan berkembangnya penggunaan teknologi informasi ada lima pergeseran dalam proses pembelajaran yaitu:
(1) dari pelatihan ke penampilan,
(2) dari ruang kelas ke di mana dan kapan saja,
(3) dari kertas ke “on line” atau saluran,
(4) fasilitas fisik ke fasilitas jaringan kerja,
(5) dari waktu siklus ke waktu nyata.
Komunikasi sebagai media pendidikan dilakukan dengan menggunakan media-media komunikasi seperti telepon, komputer, internet, e-mail, dsb. Interaksi antara guru dan siswa tidak hanya dilakukan melalui hubungan tatap muka tetapi juga dilakukan dengan menggunakan media-media tersebut. Guru dapat memberikan layanan tanpa harus berhadapan langsung dengan siswa. Demikian pula siswa dapat memperoleh informasi dalam lingkup yang luas dari berbagai sumber melalui cyber space atau ruang maya dengan menggunakan komputer atau internet. Hal yang paling mutakhir adalah berkembangnya apa yang disebut “cyber teaching” atau pengajaran maya, yaitu proses pengajaran yang dilakukan dengan menggunakan internet.
Kemampuan dan karakterikstik internet memungkinkan terjadinya proses belajar mengajar jarak jauh (e-Learning) menjadi lebih efektif dan efisien.
Penerapan Teknologi Informasi dalam Kesehatan
Sistem berbasis smart card dapat digunakan juru medis untuk mengetahui riwayat penyakit pasien pada pasien yang datang ke rumah sakit. Juga saat ini digunakan robot atau alat-alat komputer lainnya untuk membantu operasi-operasi tertentu. Dan pengunaan komputer tiga dimensi untuk menunjukan organ-organ bagian dalam tubuh pasien.
Penerapan Teknologi Informasi dalam Pemerintahan
Tuntutan masyarakat akan pemerintahan yang baik sudah sangat mendesak untuk dilaksanakan oleh aparatur pemerintah. Salah satu solusi yang diperlukan adalah keterpaduan sistem penyelenggaraan pemerintah melalui jaringan sistem informasi on- line antar instansi pemerintah baik pusat dan daerah untuk mengakses seluruh data dan informasi terutama yang berhubungan dengan pelayanan publik. Dalam sektor pemerintah, perubahan lingkungan strategis dan kemajuan teknologi mendorong aparatur pemerintah untuk mengantisipasi paradigma baru dengan upaya peningkatan kinerja birokrasi serta perbaikan pelayanan menuju terwujudnya pemerintah yang baik (good govermance). Hal terpenting yang harus dicermati adalah sektor pemerintah merupakan pendorong serta fasilitator dalam keberhasilan berbagai kegiatan pembangunan, oleh karena itu keberhasilan pembangunan harus didukung oleh kecepatan arus data dan informasi antar instansi agar terjadi keterpaduan sistem antara pemerintah dengan pihak penggunan lainnya. Upaya percepatan penerapan e-Government, masih menemui kendala karena saat ini belum semua daerah menyelenggarakannya. Apalagi masih ada anggapan e-Government hanya membuat website saja sosialisasinya tidak terlaksana dengan optimal. Kendati demikian yang terpenting adalah menghapus opini salah yang menganggap penerapan e-Government ini sebagai sebuah proyek, padahal merupakan sebuah sistem yang akan memadukan subsistem yang tersebar di seluruh daerah dan departemen.





















Penutup
Perkembangan teknologi informasi Indonesia sangat dipengaruhi oleh kemampuan sumber daya manusia dalam memahami komponen teknologi informasi, seperti perangkat keras dan perangkat lunak komputer; sistem jaringan baik berupa LAN ataupun WAN dan sistem telekomunikasi yang akan digunakan untuk mentransfer data. Kebutuhan akan tenaga yang berbasis teknologi informasi masih terus meningkat, hal ini bisa terlihat dengan banyaknya jenis pekerjaan yang memerlukan kemampuan di bidang teknologi informasi di berbagai bidang, juga jumlah SDM berkemampuan di bidang teknologi informasi masih sedikit, jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia.
Diperlukan suatu kerangka teknologi informasi nasional yang akan mewujudkan masyarakat Indonesia siap menghadapi AFTA yang dapat menyediakan akses universal terhadap informasi kepada masyarakat luas secara adil dan merata, meningkatkan koordinasi dan pendayagunaan informasi secara optimal, meningkatkan efisiensi dan produktivitas, meningkatkan kualitas dan kuantitas sumberdaya manusia, meningkatkan pemanfaatan infrastruktur teknologi informasi, termasuk penerapan peraturan perundang-undangan yang mendukungnya, mendorong pertumbuhan ekonomi dengan pemanfaatan dan pengembangan teknologi informasi.
Akhirnya, era perdagangan bebas Asean benar-benar berlaku yang kita kenal dengan ASEAN Free Trade Area (AFTA) resmi berlaku. Inilah salah satu kenyataan globalisasi perekonomian dunia yang nyata. Integrasi perekonomian nasional dengan perekonomian regional/global memang tidak bisa dihindari. Dan penguasaan teknologi informasi yang baik menjadi salah satu modal utama dalam menghadapinya.









Daftar Pustaka
Natakusumah, E.K., “Perkembangan Teknologi Informasi di Indonesia.”, Pusat Penelitian informatika – LIPI Bandung, 2002-
Orasi Ilmiah disampaikan pada Wisuda STMIK BANDUNG, Januari 2002.
Konsep Nusantara – 21, http://n21.net.id-
Richardus Eko Indrajit , “Evolusi Perkembangan Teknologi Informasi”.
E-government, http://www1.worldbank.org/publicsektor/ egov/definition.html.
Tim Koordinasi Telematika Indonesia. “Kerangka Teknologi Informasi Nasional”, Jakarta, Februari 2001.
Dampak Globalisasi dan Perkembangan Teknologi Informasi di Indonesia. Prof. Dr. Samaun Samadikun. Jakarta, 26-27 Oktober 1992.
Santika WP dari Departemen Teknik Informatika Institut Teknologi Bandung.
Wikipedia.com
Google Search

0 komentar:

Poskan Komentar